27 Januari 2009

Alasan Kenapa Q G Suka Musik Barat

Sebelum saya menulis tulisan blog ini, aq ingin berdoa untuk almarhum bapak saya yang sudah mendahului saya. Alfatihah.....
-
-
berdoa selesai.

Nah, sekarang, saya akan panjang-lebar memberitahu mengapa saya tidak suka musik barat. Buat kamu yang mungkin adalah teman dekat saya, mungkin mengetahui hal ini secara detail (mungkin juga tidak).

Musik barat saya akui memang menginternasional dan banyak menginspirasi musik-musik di dunia, terutama di Indonesia. Nah, garis bawahi kata menginspirasi tersebut. Eh, udah ding... hehehe. Mari kita pikir, menginspirasi dalam hal apa dulu....

Dari kabar dan sedikit penelitian saya beberapa waktu lalu, lagu-lagu D'Masiv (kabarnya) diklaim meniru banyak lagu-lagu barat. Berikut data yang saya ambil dari forum langganan saya :

ini list lagunya D'Masiv yang udah ketauan jiplaknya:
1. Cinta Ini Membunuhku = I Don't Love You - My Chemical Romance
2. Diam Tanpa Kata = Awakening - Switchfoot
3. Dan Kamu = Head Over Heels (in This Life) - Switchfoot
4. CInta Sampai di Sini = Into The Sun - Lifehouse
5. Sebelah Mata = The Take Over, The Break's Over - Fall Out Boy
6. Dilema = Soldier's Poem - Muse
7. Tak Pernah Rela = Is It Any Wonder - Keane
8. Lukaku = Drive - Incubus
lo perhatiin deh ketukan drum nya sama gitarnya atau vokalnya juga



Nah, coba musik barat tidak mempengaruhi musisi Indonesia, pasti mereka akan berkarya lebih bagus. Karena itulah saya tidak suka musik barat. Musik barat mempengaruhi kuping& otak musisi Indonesia untuk tidak berkarya lebih bebas. Mereka dikekang oleh mainstream orang sana yang katanya hebat, bagus, dan manstab jaya. Cih, apanya? Kafir nggaplek (maaf).

Saya salut pada band-band Indonesia yang sudah membuat sebuah genre dan warna musik baru di belantika musik Indonesia. Pop ethnik dan pop melayu adalah genre baru hasil percobaan sukses para musisi Indonesia yang baru-baru ini muncul. Menurutku itulah jiwa musik Indonesia yang sesungguhnya! Mereka berhasil membuat musik yang baru, walau banyak badai menerpa mereka seperti ejekan, cercaan, dan lain-lain seperti Kangen Band dan Wali (yang katanya lagu yang punya lirik bajingan nya sedang dicerca).

Lihat Ungu pada lagu religi barunya beberapa waktu lalu. Vokal si Pasha ada kayak dibengkok-bengkokin kayak kemelayu. Plus alunan gitar yang mendukung. Saluuut....


How To Make Pop Melayu & Pop Ethnik

Kalau anda seorang musisi yang sedang mencoba membuat sebuah musik ini (agar musik Indonesia punya khas), ikuti ciri-ciri bermusik untuk membuat genre Pop Ethnik & Pop Melayu :
1. Genjrengan gitar (alunannya) diputus-putus kayak reggae, tapi tak sesering gitarnya musik reggae. Biasanya 2 genjrengan trus diputus, genjreng lagi 2 kali, putus lagi.
2. Vokal di bengkak-bengkokin. Lihat vokal Fa'ank Wali, dan Eren Kangen sebagai kiblat.
3. Lirik unik, tapi jangan pake kata tak senonoh seperti di lagu Emang Dasar. Berhati-hatilah dalam berkarya!

Itu saja sepertinya untuk membuat genre Pop Ethnik & Pop Melayu. Kalo ada yang tahu ciri2 musik tersebut, tambahkan dalam komen.

Namun, dalam membuat suatu band "beraroma" ini, perlu mencarin personel yang satu hati dengan Anda. Susah juga lho yang mau main musik kayak gini. Entah mereka bilang gag usum lah, najis lah, gag jaman lah, padahal sebenarnya anggapan mereka salah. Justru musik rock, dan yang berhubungan dengan musik barat itulah yang harus diminimalisir.

Sekali lagi, jika anda calon musisi indie / baru atau mau masuk major label, hati-hati dalam berkarya. Lihatlah kedepan jangan kebelakang. Lihat sesuatu yang baru dan jangan pakai yang lama.

Wassalam.

post ini bisa juga Anda saksikan di apa-kabar-komikamu.blog.friendster.com

0 omelan. Mau ngomel? Disini!: