Mungkin buat kamu semua yang mau buka Komikamu, tapi tiba-tiba Anda heran. Kenapa halaman www.komikamu.co.nr bertuliskan ditutup sementara?
Itu karena Komikamu! atau saya sedang mempersiapkan sesuatu yang baru di Komikamu!. Karena sudah 8 tahun lalu berlalu (halah) saya menjadikan nama Komikamu! sebagai wadah kreatifitas saya, dan setahun situs komikamu.co.nr (Februari 2008 adalah postingan pertama saya di situs ini). Saya harus mempresentasikan apa yang telah saya pikirkan selama ini untuk suatu perubahan. It's time for change to the new look! Saya akan kembali mengulang masa saya SD dulu, dimana Komikamu! adalah jati dirinya yang asli. Lengkapnya, tunggu seminggu lagi (Insya Allah).
Soal template, pasti akan berubah. Blog rozzaqus-idaman-wanita ini saya pakai untuk "riset" sebuah template baru untuk Komikamu! baru.
Yak, Lanjuuut...
Tanggal 31 Januari 2009 kemarin, saya nyempetin diri untuk menghadiri acara yang diadain oleh Sinematografi Unair di Royal Plaza. Mereka memutar film-film Indie terbaru buatan anak Sinematografi U.A (Universitas Airlangga). Mulai dari Chatting, Sisters, Kotak Persahabatan, Reality, dan satunya apa saya lupa, coz baru datang ditengah2 acara pada jam 18.25-an WIB. Dari film2 itu, menurut saya editing dan cerita terbaik adalah film Sisters. Ceritanya tentang pergaulan bebas remaja. Pokonya seru daaah!! Tapi tak disangka, film garapan Jalak Jabrik tersebut menang kedua kategori yang saya sebutkan tadi.Eits. Tunggu. Saya posting tidak bermaksud cerita tentang film2 Indie garapan Sinematografi U.A. Tapi maksud saya sesungguhnya adalah menonton premiere perdana pemutaran film Grammar 3, film persahabatan Suro dan Boyo lintas telepon (dulunya) lengkap dengan misuh-nya, yang menjadi ikon film tersebut (terutama orang Surabaya bila berbicara).
Film berdurasi 5 menit kurang tersebut diputar pada jam (sekitar) 20.00-an WIB. Ketika itu, ratusan orang memadati area pelaksanaan acara di lantai 2 yang terbilang sempit. Mereka datang hanya untuk nonton Grammar 3! Gila, c@k!
Si Ikin alias Muhammad Solikin, sang animator sekaligus ide cerita, sutradara, sound editor, video editor dll kecuali dubbing (menango ae, Ikin... ~_~) hadir pada acara tersebut untuk "mengawal" jalannya pemutaran Grammar 3.
Ketika itu, dirinya duduk di posisi paling depan di sebelah kanan saya, setelah dia diajak berbincang sebentar oleh MC. Selama persiapan, saya berbicara sebentar dengannya, menanyai hal yang tak perlu ditanyakan (mungkin karena grogi dekat dengan orang hebat, hehehe).
Dia mengatakan pada saya bahwa pembuatannya memakan waktu 3 bulan lebih, semua sudah termasuk dubbing, editing, dan lain-lain. Seperti yang ditulis di blognya, dia harus menempuh perjalanan menuju Semarang segala, untuk menemui sang pengisi suara Suro yaitu Ari Dwi. Tak sendirian, Cak Ikin ditemani oleh pengisi suara Boyo, Gunawan, menggunakan bisa antar propinsi (mungkin) dengan uang hasil Grammar I yang berhasil jadi Juara I pada sebuah event.
Semua gambar, animasi dan segalanya, murni buatan komputer oleh mouse yang digerakkan tangan kreatifnya. Cak Ikin mengatakan pada saya, bahwa gambaran komputer adalah cirinya dalam membuat animasi. Saya tanya tentang kerjasama dengan seorang kartunis, Cak Ikin menjawab, "belum untuk saat ini."
Untuk episode ini, Cak Ikin menamainya dengan episode "Mantab Jaya". Karena di salah satu scene, ada adegan Suro dan Boyo cangkrukan (nongkrong) di sebuah warung. Mereka makan bareng, makan makanan khas Suroboyo, dan mereka mengganti kata enak dengan "Mantab Jaya".
Namun, ada yang lucu. Ketika Suro kebanyakan memberi Sambel Petis pada makanan miliknya, dia pun mengatakan "Mules Jaya iki!"
Boyo pun menimpali keluhan Suro. "Awakmu iku senengane, mesti lek gak mangan, nelek, terus turu. Mangan, nelek, turu. Mangan, nelek, turu."
Tapi, kelucuan dari dialog "pecel pinCUK" mereka dan kelucuan yang timbul dari animasi kreatifnya Cak Ikin tak berhenti sampai situ. Tunggu saja sampai Cak Ikin memuatnya ke Youtube, kata Cak Ikin, setelah "roadshow" film ini selesai.
Setelah pemutaran, sorak tepuk tangan menggelegar di ruangan yang sedangan tersebut. Seolah acara tersebut menjadi "Ikin Show".
Sebelum Cak Ikin pulang, saya meminta kartu namanya, agar bisa kontak bilamana saya punya pertanyaan.
Maaf, Sekian dulu, tapi mungkin masih saya perbaiki postingannya. Karena billing warnet sudah 7000, dan duit saya cuma 6000!! Ngutang maneh iki, c@k....
Si ikin karo kru-nya...


0 omelan. Mau ngomel? Disini!:
Poskan Komentar