
FENOMENA Ponari, saat ini menjadi perbincangan panas diantara masyarakat. Terutama mereka para ulama, paranormal (paragendeng tu yang ga ada), politisi, tukang becak, bahkan kak Seto (loh?).
Iya, soalnya Ponari, bocah 10 tahun ini menjadi dukun tiban (=secara tiba-tiba) sejak menemukan batu yang dinamakan orang-orang adalah batu petir ketika main sepakbola diwaktu hujan.
Katanya Ponari tuh, batu tersebut jatuh menimpuk kepalanya (waduh) bersamaan dengan datangnya petir yang menyambar hebat didekat lokasinya main bola bersama temannya.
Otomatis, dia membawa batu itu pulang. Maklum, namanya anak kecil, selalu pengin tahu hal-hal yang tidak diketahuinya yang kadang dianggap unik.
Batu tersebut bukan batu biasa, warnanya kuning, dan cukup besar, sebesar genggaman kepalan tangan orang dewasa. Beeuh....
Dia tunjukin tuh batu ke neneknya dan menceritakan awal pertemuannya dengan batu petir tersebut. Kata neneknya, "jangan bawa kesini, buang jauh-jauh!" Ponari nggak mau, akhirnya neneknya membuangnya jauh-jauh dari rumahnya. Dan ajaibnya, batu tersebut kembali lagi beberapa lama kemudian.
Ponari pun akhirnya menyimpan batu tersebut, tanpa sepengetahuan neneknya. Barulah setelah ada tetangganya yang sakit, dia mencoba mencelupkan batu tersebut dalam segelas air putih dan diombekan ke tetangganya tersebut.
Subhanallah, tetangganya sembuh, seperti orang yang terlahir kembali! Sejak saat itulah, Ponari laku jadi dukun tiban karena duetnya dengan batu tersebut.
Kabarnya, omzet seharinya bisa sampe 50 juta perhari. AJIGILEEE!!!! Kalo aq dapet duit segitu, pasti langsung beli DSLR 5 buah...bweehehe... (Ngarep) :D
Namun, praktik dukun tiban Ponari terpaksa dihentikan keluarga. Karena, Ponari sendiri juga minta dan keluarganya juga sudah resah. Ponari pun harus demam karena melayani jumlah pasien yang dianggap tidak rasional.
Sampai sekarang, walaupun sudah ditutup, orang2 malah berdatangan membawa gelas, botol akua, jerigen dan tempat lain untuk diminum. Mereka meminta Ponari keluar dalam keadaan seperti itu. Edan nian orang-orang.
Tapi, menurutku, gara-gara ketenarannya sebagai dukun tiban, Ponari jadi sombong. Why? Bikozzz (weizz), ketika ada Pak Seto datang mengunjungi, Ponari lebih mementingkan HP barunya yang dibeli dari uang hasil praktiknya. Intinya, Ponari tidak menghiraukan Kak Seto yang duduk disampingnya yang beda umur 3 kepala. Huh, ketenaran memang membuat watak orang berubah. Mangkanya jangan terkenal, ya teman2...??
Sekarang, ayo berpikir. Ponari, disebut dukun tiban. Nah, dukun! Apakah kita orang-orang muslim harus percaya dukun walau sudah terbukti?? Itu sama saja kita musyrik dari Tuhan kita, Rasul kita. Apakah kamu mau membuat Allah "cemburu" karena telah "diduain" dengan batunya Ponari??
Daripada Ponari bikin praktik dukun tiban dengan batunya yang dimasukkin ke air itu, mendingan batunya dicelupin ke sebuah gentong air raksasa, trus dikasih pipa dan mengalirkan airnya ke dalam setiap kemasan botol. Dan, berilah nama minuman tersebut (apalagi kalau bukan) : PONARI SWEAT.
01 Maret 2009
Ponari Sweat (Watu kok Diombe?)
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 omelan. Mau ngomel? Disini!:
Poskan Komentar