Kemarin (22/11) ketika penutupan Det-con 2k9, Azrul Ananda dalam pidatonya mengingatkanku kembali pada cerita Singgih Fajar Saputro.
Dia adalah anggota, atau bisa disebut ketua mading 2D SMA Kartika Wijaya. Mading “Life to Heaven (Jalan Menuju Surga)”-nya berhasil mendapat nomor urut 001 setelah datang sebelum tengah malam bersama tim madingnya. Namun kasihan Singgih, tidak dapat menikmati karyanya. Sehari setelah pengumpulan hari pertama tersebut, Singgih tewas dalam sebuah kecelakaan. Nggak heran kalau mengingat judulnya, ditambah mengingat kisah almarhum Singgih bikin bulu kuduk berdiri.
Karena kisah Singgih itulah, aku agak berhati-hati ketika membuat mading 3D sekolahku. Dari awal sampai akhir, aku merasa sedikit “alim” karena lebih sering menyebut nama Allah dalam hati. Takut kejadian Singgih juga terjadi pada tim mading KAOSt. Naudzubillah.
Loh, apa hubungannya mading kita dengan kisahnya Singgih?
Kalau madingnya Singgih tentang jalan menuju surga, kalau mading 3D kami tentang peringatan pada “hari esok”. Dalam mading ini, kami ingin mengingatkan orang-orang yang melihat mading kami akan sebuah hari dimana nafas dan langkah kita telah berakhir. Dengan berbagai kisah pendek (cerpen) yang mewarnai mading ini, kami berharap orang-orang selalu “Remember the Tomorrow”.
Nah! Karena itulah sebelum kami mengangkut mading kami (3D, 2D, dan Gerak) ke PTC, aku mengadakan sedikit waktu introspeksi dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Sama-sama menangis untuk sama-sama introspeksi diri, berharap KAOSt kedepan lebih baik dan agar selamat sampai tujuan (PTC).
Dan Alhamdulillah, sampai hari ini (sampai kita kalah telak) diantara kami semua masih sehat walafiat. Masih bisa saling tegur sapa, masih bisa bercanda bersama, masih dapat melangkah ke depan. Aku sangat bersyukur.


0 omelan. Mau ngomel? Disini!:
Poskan Komentar